Mendorong Kemajuan Pariwisata Berkelanjutan dalam Perspektif Islami

# Mendorong Kemajuan Pariwisata Berkelanjutan: Strategi dan Tantangan dalam Perspektif Islami


## Pendahuluan

Pariwisata bukan lagi sekadar industri hiburan atau ekonomi; ia bisa menjadi wahana transformasi sosial, budaya, dan spiritual apabila dikelola dengan prinsip etika, keberlanjutan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai agama. Negara-negara dengan warisan Islam dan destinasi halal memiliki potensi besar untuk memperkuat identitas dan menarik wisatawan muslim yang mencari tempat yang memenuhi standar spiritual dan budaya mereka.

Dalam konteks global yang semakin sadar akan dampak lingkungan, keberagaman budaya, dan pengalaman bermakna, bagaimana caranya memajukan sektor pariwisata agar tidak hanya menghasilkan devisa tetapi juga membangun keharmonisan, menjaga alam, serta memperkuat ukhuwah? Artikel ini akan membahas strategi memajukan pariwisata dari sudut pandang terkini dengan referensi dan data, cocok untuk pembaca yang tertarik pada hubungan antara pariwisata dan nilai Islam.

---

## Subjudul-subjudul Isi Utama

### 1. Pariwisata Berbasis Nilai Islami: Konsep dan Relevansi

Pariwisata berbasis nilai Islami adalah pendekatan wisata yang memperhatikan:

* **Halal-friendly services**: makanan halal, akomodasi yang sesuai, fasilitas ibadah seperti mushalla/masjid yang bersih dan mudah diakses.
* **Etika perilaku wisatawan dan penyelenggara**: menjaga adab, sopan santun, menghormati budaya lokal, tidak merusak lingkungan.
* **Pengalaman spiritual atau budaya Islam**: wisata religi, sejarah Islam, ziarah, pendidikan Islam.

Relevansi konsep ini semakin meningkat dalam pulihnya pariwisata pasca-Pandemi, dimana wisatawan muslim global lebih selektif memilih destinasi sesuai prinsip agama mereka.

### 2. Contoh Kisah Keberhasilan: Arab Saudi dalam Transformasi Pariwisata

Arab Saudi adalah salah satu contoh negara Islam yang sedang menerapkan perubahan besar dalam sektor pariwisatanya sebagai bagian dari **Vision 2030**. Beberapa inisiatif terbaru:

* Program **Tourism Investment Enablers Program (TIEP)** dan **Hospitality Investment Enablers (HIE)**: memfasilitasi investasi swasta besar, memperluas kapasitas akomodasi dan menarik investor hingga miliaran dolar. ([Antara News][1])
* Pengembangan destinasi baru selain hanya untuk haji & umrah: seperti kota wisata di KAEC (King Abdullah Economic City), Al Baha, Aseer, Ala Khotah. Menawarkan pengalaman alam, budaya, dan sejarah. ([Antara News][2])
* Memperkenalkan e-visa untuk turis internasional non-Muslim, membuka akses lebih luas ke budaya dan tempat-tempat non-religi. ([Republika Online][3])

Dari sana kita lihat bahwa diversifikasi produk wisata sangat penting agar pariwisata tidak tergantung satu jenis saja.

### 3. Strategi Pemerintah Indonesia dalam Memajukan Pariwisata

Untuk konteks Indonesia, ada beberapa strategi dan program terkini yang sedang atau sudah dijalankan:

* Fokus pada **10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP)** dan **3 Destinasi Pariwisata Regeneratif**; meningkatkan aksesibilitas, konektivitas, tata kelola destinasi, fasilitas/amenitas, dan regulasi/izin. ([Strategi News][4])
* Intervensi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (KEK Pariwisata), dengan insentif fiskal dan fasilitasi kemudahan perizinan. Realisasi investasi sudah mencapai puluhan triliun rupiah dan menyerap banyak tenaga kerja. ([Strategi News][4])
* Promosi pariwisata digital, memperkuat ekonomi kreatif dan pariwisata alam (“green tourism”) serta pengembangan desa wisata dan UMKM sebagai bagian dari strategi inklusif dan berkelanjutan. ([Bank Indonesia][5])

### 4. Tantangan dalam Memajukan Pariwisata

Setiap strategi pasti menghadapi tantangan. Berikut tantangan yang paling nyata dan harus diatasi:

* **Infrastruktur dan aksesibilitas**: jalan, bandara, sarana transportasi umum, akses darat/laut ke destinasi. Tanpa akses yang baik, destinasi tidak akan maksimal.

* **Kualitas SDM (Sumber Daya Manusia)**: pelatihan hospitality, bahasa asing, standar layanan halal, manajemen destinasi, digital marketing. Kekurangan SDM dapat mengurangi pengalaman wisatawan. ([jurnalunibi.unibi.ac.id][6])

* **Keseimbangan kuantitas vs. kualitas**: menarik banyak wisatawan tanpa merusak budaya lokal dan lingkungan. Jika overload, bisa terjadi degradasi lingkungan, kemacetan, polusi, kehilangan kearifan lokal.

* **Regulasi dan birokrasi**: perizinan, kepastian investasi, administratif yang lambat. Hal ini sering menjadi hambatan investasi lokal dan asing.

* **Keberlanjutan lingkungan**: penting menjaga alam, pengelolaan sampah, penggunaan sumber daya alam secara bijak, aspek konservasi flora-fauna dan lingkungan sekitar destinasi wisata.

* **Ketahanan terhadap perubahan eksternal**: pandemi, fluktuasi ekonomi global, perubahan iklim, perubahan kebijakan visa atau politik luar negeri dll.

### 5. Rekomendasi Strategi Praktis untuk Memajukan Pariwisata dengan Nilai Islami dan Keberlanjutan

Berikut beberapa rekomendasi konkret yang bisa diambil oleh pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat:

1. **Perencanaan Destinasi Islami Terpadu**
   Buat masterplan destinasi yang mencakup lintas aspek: fasilitas ibadah, gaya hidup halal, akomodasi sesuai, pengalaman budaya Islami lokal. Misalnya, kota wisata Islam yang mengemas ziarah sejarah Islam + kuliner halal + pengalaman seni Islam.

2. **Pelatihan dan Sertifikasi Layanan Halal**
   SDM dan usaha pariwisata perlu mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikasi halal untuk makanan, akomodasi, jasa wisata. Ini meningkatkan kepercayaan wisatawan muslim.

3. **Pengembangan Infrastruktur Hijau & Teknologi Canggih**
   – Pengelolaan sampah pintar (contoh: penelitian smart waste management di Makkah menggunakan IoT dan AI) untuk menjaga kebersihan dan efisiensi. ([arXiv][7])
   – Transportasi ramah lingkungan, energi terbarukan di hotel/resort, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

4. **Promosi dan Digital Marketing yang Otentik**
   – Gunakan platform media sosial, influencer muslim, virtual reality / augmented reality (AR/VR) untuk memperlihatkan kemampuan destinasi.
   – Cerita budaya lokal, testimonial jamaah/ wisatawan muslim yang sudah mengunjungi agar menarik pengunjung yang mencari kombinasi relijius + wisata.

5. **Regulasi Mempermudah, Insentif Menarik**
   – Visa mudah, waktu pengurusan cepat, bea masuk yang bersahabat.
   – Kemudahan izin usaha pariwisata & investasi, fasilitas fiskal, kemudahan lahan/akses pendanaan.

6. **Keterlibatan Masyarakat Lokal (Community Based Tourism)**
   Libatkan masyarakat dalam pengelolaan destinasi: homestay, panduan wisata, kerajinan lokal, kuliner lokal. Keuntungan ekonomi jadi lebih merata dan budaya lokal tetap hidup.

7. **Kolaborasi Lintas Pemangku Kepentingan**
   Pemerintah pusat & daerah, sektor swasta, korporasi, lembaga agama, komunitas lokal harus saling bekerja sama agar visi pemajuan pariwisata selaras.

8. **Monitoring dan Evaluasi Berkelanjutan**
   Menggunakan data wisatawan, survei kepuasan, analisis dampak lingkungan dan sosial secara rutin; koreksi strategi jika ada kegagalan.

---

## Penutup

Pariwisata yang maju bukan hanya soal angka kunjungan wisatawan atau devisa yang didapat. Lebih dari itu, ia harus mampu menjaga nilai-nilai keagamaan, budaya, dan alam. Pariwisata Islami yang bertanggung jawab bisa menjadi jalan untuk mempromosikan harmoni, memperkuat ekonomi lokal, serta memberikan pengalaman yang bukan hanya menyenangkan, tapi juga memperkaya.

Indonesia dan negara-negara Islam lainnya memiliki modal besar—baik sejarah, budaya, alam, maupun spiritualitas—yang jika dikelola dengan strategi terintegrasi dan berkelanjutan bisa menghasilkan manfaat nyata untuk masyarakat luas.

---

## FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

**1. Apa perbedaan antara pariwisata berbasis nilai Islami dan pariwisata umum?**
Pariwisata Islami lebih memperhatikan aspek halal, fasilitas ibadah, norma-norma sopan santun Islam, dan pengalaman budaya Islam; sedangkan pariwisata umum biasanya fokus pada hiburan, alam, budaya secara umum tanpa selalu memperhatikan nilai agama.

**2. Bagaimana cara destinasi memastikan bahwa layanan mereka benar-benar halal dan sesuai syariah?**
Melalui sertifikasi halal untuk makanan/minuman, audit akomodasi, fasilitas ibadah yang memadai, pelatihan budaya Islam bagi staf, dan kepatuhan terhadap norma Islam.

**3. Apakah fokus pada wisata religi akan membatasi pasar wisatawan umum?**
Tidak harus. Destinasi yang memiliki infrastruktur Islami bisa tetap menarik wisatawan non-Muslim yang tertarik pada budaya, sejarah, alam, seni tradisional, dan pengalaman otentik.

**4. Bagaimana menghindari kerusakan lingkungan akibat pariwisata massal?**
Dengan menerapkan turisme ramah lingkungan: membatasi kapasitas, pengelolaan sampah yang baik, penggunaan energi terbarukan, dan edukasi wisatawan dan masyarakat.

**5. Apa langkah pertamanya jika sebuah daerah ingin mengembangkan pariwisata Islami?**
Mulailah dengan pemetaan potensi lokal (keagamaan, budaya, alam), mendorong pelatihan SDM layanan halal, membuat infrastruktur dasar, dan menggandeng pihak swasta serta masyarakat lokal untuk berkolaborasi.

---

## Call to Action

Jika Anda memiliki daerah dengan potensi wisata — baik sejarah Islam, alam, atau budaya — mari bersama-sama merancang strategi untuk menjadikannya destinasi Islami yang ramah, berkualitas, dan berkelanjutan. Bagikan ide Anda, dukung komunitas lokal, dan mulai langkah kecil yang bisa membawa perubahan besar.

---


### Referensi

1. Strategi Pengembangan SDM di Sektor Pariwisata: Menganalisis Potensi dan Tantangan di Daerah Berkembang. E-Profit. ([jurnalunibi.unibi.ac.id][6])
2. Strategi Pemerintah Indonesia dalam Menarik Kunjungan Turis Mancanegara. Kajian Ekonomi dan Keuangan. ([fiskal.kemenkeu.go.id][8])
3. Implementasi Strategi Bertahan dan Berkembang Wisata Kuliner di Era New Normal. Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata. ([ejournal.undiksha.ac.id][9])
4. Saudi Tourism Authority – Program TIEP / HIE dan promosi destinasi baru. ([Antara News][1])
5. Smart Waste Management System for Makkah City menggunakan IoT & AI. ([arXiv][7])

---



[1]: https://www.antaranews.com/berita/4324271/arab-saudi-pamerkan-investasi-strategis-sektor-pariwisata-di-ihif-asia-buka-peluang-bagi-investor?utm_source=chatgpt.com "Arab Saudi Pamerkan Investasi Strategis Sektor Pariwisata di IHIF Asia, Buka Peluang Bagi Investor - ANTARA News"
[2]: https://www.antaranews.com/berita/5086229/arab-saudi-promosikan-tempat-tempat-piknik-kepada-wisatawan-indonesia?utm_source=chatgpt.com "Arab Saudi promosikan tempat-tempat piknik kepada wisatawan Indonesia - ANTARA News"
[3]: https://khazanah.republika.co.id/berita/r5tzj4366/menteri-pangeran-mbs-tetapkan-arah-pariwisata-arab-saudi-hingga-2030?utm_source=chatgpt.com "Menteri: Pangeran MBS Tetapkan Arah Pariwisata Arab Saudi Hingga 2030 | Republika Online"
[4]: https://strateginews.id/2025/03/15/mendongkrak-kinerja-sektor-pariwisata-pemerintah-siapkan-berbagai-program-lintas-sektor/?utm_source=chatgpt.com "Mendongkrak Kinerja Sektor Pariwisata, Pemerintah Siapkan Berbagai Program Lintas Sektor - Strategi News"
[5]: https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2532623.aspx?utm_source=chatgpt.com "Delapan Langkah Strategis Mengakselerasi Kinerja Pariwisata Nasional"
[6]: https://jurnalunibi.unibi.ac.id/ojs/index.php/eprofit/article/view/951?utm_source=chatgpt.com "Strategi Pengembangan SDM di Sektor Pariwisata: Menganalisis Potensi dan Tantangan di Daerah Berkembang | Economics Professional in Action (E-Profit)"
[7]: https://arxiv.org/abs/2505.19040?utm_source=chatgpt.com "Smart Waste Management System for Makkah City using Artificial Intelligence and Internet of Things"
[8]: https://fiskal.kemenkeu.go.id/ejournal/index.php/kek/article/view/181?utm_source=chatgpt.com "Strategi Pemerintah Indonesia Dalam Menarik Kunjungan Turis Mancanegara | Kajian Ekonomi dan Keuangan"
[9]: https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JMPP/article/view/49652?utm_source=chatgpt.com "IMPLEMENTASI STRATEGI BERTAHAN DAN BERKEMBANG WISATA KULINER DI ERA NEW NORMAL | Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata"

Komentar