PAPER TUGAS MATA KULIAH EKOWISATA
Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan ekonomi. Industri pariwisata menjadi salah satu sektor yang penting dalam pembangunan dikarenakan sektor ini mampu meningkatkan cadangan devisa negara, memperluas lapangan kerja, meningkatkan pemerataan pendapatan, meningkatkan penerimaan pajak, memperkuat posisi neraca pembayaran, dan meningkatkan pembangunan ekonomi. Pariwisata adalah agent of development atau katalisator pembangunan dilihat dari berbagai peranannya di dalam perekonomian. World Tourism Organization menyatakan bahwa industri pariwisata akan menjadi industri terbesar di dunia. Pariwisata merupakan salah satu industri dengan pertumbuhan tercepat di dunia. World Tourism Organization (WTO) menyatakan bahwa perkembangan industri pariwisata diramalkan akan terus bertumbuh mencapai 4,3% per tahun sampai tahun 2020. Peranan pariwisata dalam perekonomian, 10% GDP dunia dan menciptakan kesempatan kerja 8% dari kesempatan kerja dunia (World Travel and Tourism Council, 2007).
Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman budaya dan sumber daya alam yang berlimpah. Kedua potensi ini merupakan modal yang potensial untuk mendukung industri pariwisata. Potensi ini harus dimanfaatkan dengan baik sehingga nantinya pariwisata Indonesia akan mampu bersaing dengan negara-negara lain. Hal ini merupakan tugas yang tidak mudah dimana industri pariwisata harus berusaha untuk menarik warga negaranya untuk berwisata di negeri sendiri untuk menjadi wisatawan domestik dan menarik wisatawan asing untuk datang ke Indonesia. Dampak pariwisata pada perekonomian juga sangat dirasakan, salah satunya kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional. Data Nesparnas Departemen Kebudayaan dan Pariwisata 2008 mengatakan bahwa pada tahun 2006 kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional mengalami peningkatan sebesar 134,62 atau 4,30%, namun pada tahun 2007 kontribusi pariwisata kembali meningkat menjadi 169,67 trilyun atau sebesar 4,29% dari total keseluruhan PDB nasional.
Industri pariwisata juga dapat menciptakan berbagai lapangan pekerjaan yang menyerap banyak tenaga kerja sehingga mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Industri pariwisata akan menghasilkan berbagai lapangan pekerjaan seperti usaha akomodasi, restoran atau kuliner, pramuwisata, penterjemah, hotel, biro perjalanan, dan lain-lain. Nesparnas Departemen Kebudayaan dan Pariwisata menyebutkan bahwa kontribusi pariwisata menciptakan lapangan kerja mengalami pasang surut. Pada tahun 2004, kontribusi pariwisata terhadap lapangan kerja sebanyak 8,49 juta orang atau 9,06% dari total lapangan kerja nasional. Pada tahun 2005 kontribusi pariwisata turun menjadi 6,55 juta orang, atau 6,97% dari total lapangan nasional sebesar 93,96 juta orang. Pada tahun 2006 kembali turun menjadi 4,41juta orang, atau 4,65% dari total lapangan kerja kerja. Namun pada tahun 2007 kembali meningkat menjadi 5,22 juta orang atau 5,22% dari total lapangan kerja sebesar 99,93 juta orang. Peningkatan jumlah lapangan kerja tersebut menunjukkan bahwa pariwisata adalah salah satu industri yang penting di dalam perekonomian. Industri pariwisata juga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) bagi suatu daerah. Industri ini mampu memberikan kontribusi lebih dari 10% dari PAD. Maka saat ini, banyak daerah yang berusaha untuk memajukan dan mengembangkan industri pariwisata dengan harapan memberikan kontribusi yang besar pada pendapatan daerahnya.
Kota Surakarta atau yang lebih terkenal dengan nama Solo adalah kota yang memiliki kebudayaan yang sangat kental dan kebudayaan tersebut masih terpelihara hingga saat ini. kota Solo memiliki berbagai obyek wisata budaya dan sejarah masa lampau. Faktor inilah yang mendasari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berusaha untuk mengembangkan sektor pariwisatanya agar dapat memberikan kontribusi yang lebih banyak pada PAD dan memberikan dampak ekonomi pada masyarakat kota Solo sehingga secara langsung maupun tidak langsung sehingga akan meningkatkan kesejahteraannya. Kota Solo yang sebelumnya terkenal dengan kota perdagangan karena keberadaan pasar gedhe dan pasar klewer yang tersohor sejak dulu, saat ini kota Solo mulai memposisikan diri sebagai kota jasa melalui sektor pariwisatanya.
Kota Solo yang memiliki kesamaan profil dengan Kota Yogyakarta dalam hal kekentalan budaya jawa mulai berbenah diri untuk mengembangkan pariwisatanya. Tidak bisa dipungkiri bahwa Kota Solo memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Kota ini memiliki banyak objek wisata budaya dan sejarah seperti Keraton Kasunanan, Keraton Mangkunegaran, Pasar Gedhe, Pasar Klewer, Museum Radya Pustaka, Museum Batik Kuno Danar Hadi, Kampung Batik Laweyan, Kampung Batik Kauman, dan masih banyak lagi. Kemudian padah tahun 2008, Pemkot Solo mulai membuat berbagai acara kesenian dan budaya untuk menarik minat wisatawan seperti SIEM (Solo International Ethnic Music) dan SIPA (Solo International Performing Arts) yang nyatanya mendapat sambutan positif dari masyarakat Kota Solo. Setelah SIEM dan SIPA mendapat sambutan yang positif, maka Pemkot menjadikan SIPA menjadi agenda tahunan sedangkan SIEM diselenggarakan setiap 2 tahun sekali.
Kota Solo juga memiliki banyak event kebudayaan dan kesenian selain SIEM dan SIPA, yaitu SBC (Solo Batik Carnival), Festival Keroncong, Solo Jazz Festival, Festival Kethoprak, Festival Dolanan Bocah, Kampung Art Festival, dan sebagainya. Selain itu, Solo juga terkenal dengan wisata kulinernya. Berbagai macam makanan tradisional jawa tersedia di kota ini sehingga banyak wisatawan yang merupakan pecinta kuliner tidak akan melewatkan kesempatan untuk mencicipi kuliner Solo. Solo juga didukung oleh tersedianya fasilitas hotel, transportasi, MICE, kemudahan akses, dan lain-lain. Pada tahun 2011 saja, ada 9 hotel baru yang berdiri di Kota Solo. Keberadaan banyak opsi tempat penginapan memberikan kemudahan bagi wisatawan yang datang. Kemudahan akses juga tidak luput dari perhatian, Solo mudah diakses dari kota Yogyakarta melalui perjalanan darat melalui mobil dan kereta, akses dari Kota Semarang mulai diperbaiki seiring dengan pembuatan jalan tol Semarang-Solo, kemudian akses dari berbagai kota besar di Indonesia dan beberapa penerbangan internasional melalui Bandara Adi Soemarmo yang saat ini sudah berstatus bandara internasional.
Kota Solo harus memiliki banyak strategi dan inovasi baru untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara. Salah satu objek wisata yang mulai menarik minat masyarakat kota Solo adalah adanya taman kota. Kota Solo memiliki beberapa taman kota seperti Taman Balekambang, Taman Sekartaji, dan Taman Tirtonadi. Di Kota Solo, Taman Balekambang merupakan taman kota yang paling populer dan sering dikunjungi oleh masyarakat kota Solo. Taman yang semula milik Puro Mangkunegaran akhirnya dibuka untuk umum dan telah dimanfaatkan untuk berbagai macam kegiatan sejak puluhan tahun yang lalu.
Taman balekambang ini adalah taman dan hutan kota yang memiliki nilai historis yang tinggi dilihat dari sejarah awal pembuatannya. Di taman ini juga terdapat dua peninggalan sejarah yang berbentuk batu marmer yang berisi tulisan aksara jawa kuno. Peneliti menemukan fakta bahwa ternyata banyak pengunjung yang tidak mengetahui sejarah Taman Balekambang beserta peninggalan tulisan Jawa kuno tersebut. Taman Balekambang ini sempat tidak terurus dan digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Seorang petugas kebersihan Taman Balekambang menyatakan bahwa taman ini sempat menjadi tempat prostitusi dan klub malam. Pada tahun 2008, Pemerintah Kota Solo mengambil alih perawatannya dan melakukan revitalisasi. Revitalisasi taman balekambang ini dilakukan tanpa mengubah konsep dan tatanan tamannya. Taman Balekambang yang di revitalisasi pada tahun 2008, disamping fungsi utamanya sebagai daerah resapan dan paru-paru kota juga diperuntukan sebagai public area atau ruang publik yang dapat difungsikan sebagai Taman Seni & Budaya, Taman Botani, Taman Edukasi dan Taman Rekreasi.
Perawatan Taman Balekambang ini dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kawasan Wisata dan Maliawan. Pemerintah Kota Solo juga membangun kantor untuk UPTD Kawasan Wisata dan Maliawan. UPTD Kawasan Wisata dan Maliawan ini berada di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, sehingga Kepala UPTD nya bertanggung jawab langsung kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta. Tugas UPTD ini adalah mengelola Taman Balekambang dan hotel Maliawan yang terdapat di Tawangmangu. Taman ini memiliki beberapa daya tarik yaitu suasana taman yang asri, keberadaan hewan-hewan, adanya arena outbond, adanya pertunjukan ketoprak, dan lain-lain. Salah satu kelebihan Taman Balekambang ini adalah pengunjung tidak memerlukan banyak uang untuk berkunjung ke taman ini karena hanya membayar biaya parkir saja. Tidak mengherankan bahwa taman ini sering kali dikunjungi banyak pengunjung. Petugas parkir mengatakan bahwa penerimaan parkir di Taman Balekambang cukup menguntungkan, apalagi jika di akhir pekan atau pada saat ada acara tertentu penerimaan parkirnya dapat mencapai dua kali lipat dari hari biasanya.
|
Potensi Taman Balekambang |
Peluang Taman
Balekambang |
|
1. Suasana taman yang sejuk dan asri. |
1. Taman Balekambang
menjadi pilihan yang layak untuk
dikunjungi. 2. Taman Balekambang
menawarkan kenyamanan bagi
pengunjung. 3. Asal pengunjung
berasal dari kota Solo dan luar Kota. 4. Taman Balekambang
adalah open space untuk
penyelenggaraan berbagai macam event. |
|
No. |
Taman Wisata |
Atraksi yang Ditawarkan |
Amenitas |
|
1. |
Taman |
1. Keberadaan Hewan (Rusa, |
1. Penjual Makanan dan Minuman 2. Penjual makanan ikan 3. Musholla 4. Gazebo 5. Gedung pertunjukkan 6. Teater terbuka (open space) 7. Lahan Parkir 8. MCK 9. Lahan Outbond |
Taman Balekambang saat ini hanya menjadi alternatif refreshing untuk masyarakat kota Solo dan sekitarnya, tempat ini jarang dikunjungi oleh wisatawan dari luar kota ataupun wisatawan asing. Jumlah pengunjung Taman Balekambang juga cukup banyak, pengelola Taman Balekambang menyebutkan bahwa pada hari biasa jumlah pengunjungnya rata-rata 400-500 orang, sedangkan pada akhir pekan (Sabtu dan Minggu) jumlah pengunjungnya rata-rata 500-1000 orang. Berdasarkan data tersebut, maka jumlah pendapatan parkir sangat menguntungkan. Melihat tingginya jumlah pengunjung maka dapat dikatakan bahwa Taman Balekambang sebenarnya memiliki banyak potensi yang dapat mengundang pengunjung untuk datang. Berdasarkan kegiatan magang yang dilakukan pada bulan Juli 2011 di UPTD Kawasan Wisata yang mengelola Taman Balekambang ini, ternyata fakta menunjukkan bahwa tingginya jumlah pengunjung setiap harinya ternyata membawa masalah yang serius yaitu adanya kerusakan lingkungan. Semakin banyak pengunjung, maka semakin tinggi peluang kerusakan yang akan terjadi. Tingginya biaya perawatan membuat pengelola tidak bisa memaksimalkan perawatan yang harus dilakukan.
Taman Balekambang ternyata memiliki banyak potensi pariwisata, maka diperlukan suatu pengembangan pariwisata yang berkelanjutan yang berkonsep ekowisata sebagai taman kota dan salah satu destinasi unggulan di Kota Surakarta. Faktor kekuatan internal yang pertama adalah suasana taman yang sejuk dan asri, juga adanya keberadaan taman reptil dan hewan lainnya sehingga pengunung senang dengan keberadaan hewan-hewan yang dilepas bebas di Taman Balekambang. Faktor adanya berbagai event lokal, nasional mapun internasional. pada saat event tertentu jumlah pengunjung bisa dua kali lipat dari hari biasanya. Faktor lainnya adalah Taman Balekambang dapat dijadikan lokasi outbond. Banyak rombongan dari masyarakat yang datang ke Taman Balekambang untuk melakukan outbond. Faktor terakhir adanya fasilitas perahu bebek yang membuat penjung senang dengan adanya fasilitas perahu bebek di Taman Balekambang. Kemudahan akses menuju Taman Balekambang juga sangat mudah untuk dijangkau.
Komentar
Posting Komentar