Tata Niaga Udara

Pola Perjalanan Wisatawan


Industri Pariwisata

Sejarah Penerbangan di Indonesia
1905: Orang Belanda bernama Ir. Onnen memulai percobaan untuk membuat pesawat terbang dengan menggunakan bahan bambu dan kulit kerbau di daerah Sukabumi, Jawa Barat.
1923: Belanda berhasil mendirikan Technische Dienst Luchtvaart Afdeling yang berlokasi di daerah Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat
1924: Muncul insinyur perakit pesawat terbang seperti Akhmad Taslim dan Tossin yang merupakan tokoh Indonesia
1976 & 2000: IPTN berubah nama menjadi PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Dirgantara Indonesia 

Tata Niaga Udara
Tata Niaga    = Segala sesuatu yang berkaitan dengan pemasaran atau distribusi, kegiatan ekonomi, dengan fungsi mempertemukan pasar
Udara           = Sistem yang terdiri atas pemanfaatan wilayah udara, pesawat udara, bandar udara, angkutan udara, navigasi penerbangan, keselamatan, dan keamanan, lingkungan hidup, serta fasilitas penunjang, dan fasilitas umum lainnya

5 Komponen Tata Niaga Udara 
1. Client
2. Airlines
3. Contract
4. Payment
5. Service
(Rahmat Darsono, Tarif dan Dokumen Pasasi, (Bandung: Alfabeta, 2004), hlm. 76)

Agen Penerbangan Udara
Perusahaan perdagangan nasional yang bertindak sebagai perantara untuk dan atas nama prinsipal berdasarkan perjanjian, untuk melakukan pemasaran tanpa melakukan pemindahan hak atas fisik barang dan/atau jasa yang dimiliki/dikuasai oleh prinsipal yang menunjuknya

Asosiasi Penerbangan Udara
- IATA
- ICAO
- ISTAT
- IATAN
- INACA
- ISPINDO

Source:
Dosen Pengampu:TOMI AGFIANTO., S.ST., M.Par

Komentar