Jendela Johari


MAKALAH JENDELA JOHARI


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah tentang Kehumasan dengan judul ”JENDELA JOHARI”. Dalam penyusunannya, kami memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan yang begitu besar.Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit pembelajaran dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi.Akhir kata kami berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.

Surakarta, Oktober 2018
                                                                                                                                  Penyusun
i


DAFTAR ISI
 
Kata Pengantar.................................................................................................................... i
Daftar Isi............................................................................................................................. ii
Bab I Pendahuluan..............................................................................................................1
1.1  Latar Belakang ...................................................................................................................1
1.2  Rumusan Masalah ..............................................................................................................1
1.3  Tujuan ................................................................................................................................1
Bab II Pembahasan ............................................................................................................2
Bab III Penutup .................................................................................................................7
3.1 Kesimpulan...................................................................................................................7
3.2 Saran............................................................................................................................7
Daftar Pustaka ..................................................................................................................8
 
ii
BAB I

PENDAHULUAN
 
1.1 Latar Belakang
Komunikasi antar pribadi merupakan aspek yang sangat penting dalam teori komunikasi, oleh sebab itu perlu diadakan studi lebih lanjut tentang cara yang terbaik untuk memanfaatkannya, penulis mencoba menganalisa salah satu teori tentang konsep diri diri yang berkaitan dengan komunikasi antar pribadi untuk menciptakan komunikasi yang lebih baik. Konsep diri merupakan Faktor yang sangat penting dan menentukan dalam komunikasi antar pribadi. Kunci keberhasilan hidup adalah konsep diri positip. Konsep diri memainkan peran yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang, karena konsep diri dapat dianalogikan sebagai suatu operating system yang menjalankan suatu komputer.
 
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan konsep diri?
2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsep diri?
3. Apa saja jenis-jenis dan pembagian konsep diri?
4. Apa yang dimaksud dengan teori Johary Windows?
 
1.3  Tujuan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan konsep diri
2. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri
3. Menjelaskan jenis-jenis dan pembagian konsep diri
4. Menjelaskan tentang teori Johary Windows
1

BAB II
PEMBAHASAN
PENGERTIAN KONSEP DIRI
Dalam kamus besar bahasa Indonesia istilah konsep memiliki arti gambaran, proses atau hal-hal yang digunakan oleh akal budi untuk memahami sesuatu. Istilah diri berarti bagian-bagian dari individu yang terpisah dari yang lain. Konsep diri dapat diartikan sebagai gambaran seseorang mengenai dirinya sendiri atau penilaian terhadap dirinya sendiri (KBBI, 2008). Menurut William D.Brooks, konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita. Konsep diri bukan hanya sekedar gambaran deskriptif, tetapi juga penilaian anda tentang diri anda. Karena itu, Anita Taylor (1977) mendefinisikan konsep diri adalah “all you think and feel about you, the entire complex of beliefs and attitudes you hold about yourself.”
Dengan demikian, ada dua komponen konsep diri, komponen kognitif dan komponen afektif. Boleh jadi komponen kognitifnya berupa “saya ini orang bodoh”, dan komponen afektifnya “saya senang diri saya bodoh, ini lebih baik bagi saya”, atau komponen kognitifnya sama tetapi komponen afektifnya adalah “saya malu sekali karena saya menjadi orang bodoh”. Dalam psikologi social, komponen kognitif disebut citra diri (self image), dan komponen afektif disebut harga diri (self esteem). Keduanya menurut William D.Brooks dan Philip Emmert (1976) berpengaruh besar pada pola komunikasi interpersonal.
Konsep diri adalah pandangan kita mengenai siapa diri kita yang kita dapat dari informasi orang lain kepada kita. Konsep diri kita yang paling awal biasanya dipengaruhi oleh keluarga dan orang-orang dekat disekitar kita yang disebut significant others.
2

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSEP DIRI
Konsep diri seseorang dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Dari berbagai faktor yang mempengaruhi konsep diri seseorang, maka peneliti mengambil kesimpulan bahwasanya faktor-faktor utama yang mempengaruhi konsep diri pada mahasiswa adalah
1. Faktor Internal
a)   Intelegensi, motivasi dan emosi (karakter mahasiswa).
b)   Kompetensi personal (kemampuan dan keterampilan tertentu yang dimiliki oleh mahasiswa).
c)   Episode dalam kehidupan (pengalaman mahasiswa yang berpengaruh besar dalam hidup, seperti masa sekolah).
d)   Episode keberhasilan dan kegagalan (pengalaman dalam memanfaatkan peluang, misalnya pengalaman berorganisasi).
e)   Keberhasilan personal (pengalaman berprestasi).
2. Faktor Eksternal
a)      Orangtua dan keluarga (hubungan dengan orangtua, termasuk tempat tinggal individu).
b)      Teman sebaya (misalnya teman bermain/peers,teman kuliah, dan lainlain).
c)      Peran pendidik (misalnya peran dosen, pementor, pembina, dan lain-lain).
d)      Kebudayaan (misalnya suku, agama, adat istiadat, dan lain-lain).
e)      Status sosial (misalnya status pendidikan orangtua, pendapatan orangtua dan lain-lain).
f)       Pengalaman interpersonal (misalnya riwayat pembinaan yang pernah dilakukan).
Dalam penelitian ini, hal yang difokuskan untuk meningkatkan konsep diri mahasiswa muslim adalah melalui faktor religiusitas dari faktor internal, dan peran pendidik dari faktor eksternal.
3

Jenis dan Struktur Konsep Diri
 Pada tahun 1985, Marsh merevisi struktur konsep diri bersama dengan Shavelson dengan pola sebagai berikut, peneliti hanya mengambil tujuh jenis konsep diri yang akan diteliti. Hal ini dilakukan peneliti karena ketujuh jenis konsep diri ini dianggap berpengaruh oleh peneliti terhadap proses mentoring Agama Islam yang dilaksanakan.
Ketujuh jenis konsep diri tersebut adalah :
1)      Konsep diri akademis, dalam prosesnya mentoring mengajarkan tentang motivasi belajar dan strategi untuk memaksimalkan potensi akademis peserta mentoring.
2)      Konsep diri problem-solving, dalam prosesnya mentoring melatih peserta untuk berfikir untuk memecahkan permasalahan yang ada.
3)      Konsep diri spiritual, dalam prosesnya mentoring memiliki tujuan utama untuk meningkatkan potensi spiritual dalam diri peserta.
4)      Konsep diri kejujuran, dalam prosesnya mentoring mengajarkan tentang moral (akhlak) yang di dalamnya terdapat poin-poin mengenai kejujuran.
5)      Konsep diri parent-relation, dalam prosesnya mentoring juga membicarakan mengenai cara berbakti dengan orangtua.
6)      Konsep diri emotional, dalam prosesnya mentoring melatih peserta untuk dapat mengelola diri dan emosinya.
7)      Konsep diri umum (general-esteem), dalam prosesnya mentoring memiliki tujuan untuk membangun individu untuk menjadi insan yang lebih berguna secara paripurna (keseluruhan).
4

TEORI JOHARI WINDOW ( JENDELA JOHARI )
 
Teori Johari window atau jendela Johari merupakan sebuah teori yang digunakan untuk membantu orang dalam memahami hubungan antara dirinya sendiri dan orang lain. Teori ini digagas oleh dua orang psikolog Amerika, yaitu Joseph Luft dan Harrington Ingham pada tahun 1955. Teori Johari window disebut juga teori kesadaran diri mengenai perilaku maupun pikiran yang ada di dalam diri sendiri maupun di dalam diri orang lain. Teori jendela Johari berkaitan dengan Emotional Intelligence Theory yang berhubungan dengan kesadaran dan perasaan manusia.
Komunikasi yang dilakukan tanpa mengenal sasaran, maka yang disalahkan adalah komunikatornya. Komunikator adalah pengambil inisiatif terjadnya suatu proses komunikasi. Dia harus mengenal dirinya, sebab dengan mengenal diri kita dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan yang ada pada diri kita. Untuk memahami diri sendiri Joseph Luft dan Harrington Ingham mengembangkan konsep Johari Windows sebagai perwujudan bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain yang digambarkan sebagai sebuah jendela. ‘Jendela’ tersebut terdiri dari matrik 4 sel, masing-masing sel menunjukkan daerah self (diri) baik yang terbuka maupun yang disembunyikan. Keempat sel tersebut adalah gelap tidak disadari. Jendela yang terbagi dalam 4 kuadran yakni wilayah terbuka (open area), wilayah buta (blind area), wilayah tersembunyi (hidden area) dan wilayah tak dkenal (unknown area).
5

PEMBAGIAN JOHARI WINDOW ( JENDELA JOHARI )
Open area adalah informasi tentang diri kita yang diketahui oleh orang lain seperti nama, jabatan, pangkat, status perkawinan, lulusan mana, dll. Ketika memulai sebuah hubungan, kita akan menginformasikan sesuatu yang ringan tentang diri kita. Makin lama maka informasi tentang diri kita akan terus bertambah secara vertical sehingga mengurangi hidden area. Makin besar open area, makin produktif dan menguntungkan hubungan interpersonal kita.
Hidden area berisi informasi yang kita tahu tentang diri kita tapi tertutup bagi orang lain. Informasi ini meliputi perhatian kita mengenai atasan, pekerjaan, keuangan, keluarga, kesehatan, dll. Dengan tidak berbagi mengenai hidden area, biasanya akan menjadi penghambat dalam berhubungan. Hal ini akan membuat orang lain miskomunikasi tentang kita,  yang kalau dalam hubungan kerja akan mengurangi tingkat kepercayaan orang
Blind area yang menentukan bahwa orang lain sadar akan sesuatu tapi kita tidak. Misalnya bagaimana cara mengurangi grogi, bagaimana caranya menghadapi dosen A, dll. Sehingga dengan mendapatkan masukan dari orang lain, blind area akan berkurang. Makin kita memahami kekuatan dan kelemahan diri kita yang diketahui orang lain, maka akan bagus dalam bekerja tim.
Unknown area adalah informasi yang orang lain dan juga kita tidak mengetahuinya. Sampai kita dapat pengalaman tentang sesuatu hal atau orang lain melihat sesuatu akan diri kita bagaimana kita bertingkah laku atau berperasaan. Misalnya ketika pertama kali seneng sama orang lain selain anggota keluarga kita. Kita tidak pernah bisa mengatakan perasaan “cinta”. Jendela ini akan mengecil sehubungan kita tumbuh dewasa, mulai mengembangkan diri atau belajar dari pengalaman.
6

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Setelah seseorang melakukan upaya mengenali kekuatan dan kelemahan diri, orang lain akan menyadari siapa saya?  Mengenal diri bukanlah tujuan. Pengenalan diri adalah sebagai wahana (sarana) untuk mencapai tujuan hidup.
Oleh karenanya, setelah seseorang dapat menjawab pertanyaan siapa saya? maka pertanyaan selanjutnya adalah saya ingin menjadi siapa?  Jawaban atas pertanyaan tersebut tentunya beragam, sesuai dengan peran-peran yang dimainkannya. Manusia memiliki kemampuan untuk mengubah atau mengembangkan diri.
Keseimbangan berbagai Konsep Diri ; Gambaran diri, ideal diri, hargadiri, peran dan identitas diri sangat mempengaruhi kesehatan individu. Kerena dengan individu konsep diri yang baik/sehat akan memiliki keseimbangan dalam kehidupan. Faktor-faktor penting yang terdapatdalam konsep diri memiliki fungsi pemahaman kita terhadapperubahan-perubahan yang terjadi di dalam diri setiap individu.Mengaktualisasikan sikap-sikap secara tepat, baik terhadap diri sendiriataupun orang lain sebagai suatu pengolahan dasar pemikiran yang positif.
 
3.2  Saran
Disarankan setelah membaca makalah ini dan memahaminya agar diaplikasikan ilmunya dalam kehidupan sehingga, sikap saling mengerti dan menghargai sesama manusia lebih baik.
7



DAFTAR PUSTAKA
 
https://pakarkomunikasi.com/teori-johari-window-pengertian-konsep
https://meiliemma.wordpress.com/2008/02/12/johari-window/
https://id.wikipedia.org/wiki/Jendela_Johari
http://materibidancantik.blogspot.com
 

Komentar