Daratan Indonesia 1.904.000 km2 ;
• Kepulauan Sunda Besar (Sumatra, Bali, Jawa, Kalimantan, Sulawesi)
2. Kepulauan Sunda Kecil (pulau di sebelah Tenggara dari Lombok-Timor—Sumbawa, Sumba, Komodo, Flores, Alor)
3. Kepulauan Maluku (Halmahera, Ternate, Tidore, Seram, dan Ambon)
4. Irian Jaya (papua)
• Keadaan Lingkungan
Indonesia masuk dalam zona iklim katulistiwa iklim tropis dengan suhu rata-rata 26-36 derajat celcius.
Ketika terjadi equinox, suhu naik antara 33-34 derajat celcius.
Secara GEOLOGIS, Indonesia sangat komplek ==> bentukan dari vulkanik dan non vulkanik menyebabkan aktivitas dan kehidupan masyarakat berbeda-beda.
KERAGAMAN EKOLOGI == > memunculkan keberagaman budaya
Misal: Suku Badui dan masyarakat Tengger
* Kehidupan Pedesaan yang masih menjaga nilai-nilai leluhur
DATARAN TINGGI DAN RENDAH
(laut dan gunung)
Sistem perlambang sebagian besar suku bangsa Indonesia adalah pemikiran adanya suatu pertentangan yang saling melengkapi antara gunung dan laut.
• Data Kelautan dan Perikanan Dalam Angka (2011)
• Indonesia memiliki garis pantai terpanjang keempat di dunia setelah Amerika Serikat, Kanada dan Rusia, dengan panjang garis pantai 104.000 kilometer.
• Terlebih lautan Indonesia merupakan wilayah Marine Mega-Biodiversity terbesar di dunia, memiliki 8.500 spesies ikan, 555 spesies rumput laut dan 950 spesies biota terumbu karang
Jadi, sektor kalautan di Indonesia secara geografis sangat potensial untuk mendatangkan berbagai keuntungan mulai dari hasil kekayaan laut maupun dalam bidang kepariwisatan bahari
• Wisata industri
Kepariwisataan bukan mengali atau menghisap kekayaan alam, melainkan memberikan kesempatan serta menambah lapangan kerja baru, usaha yang semakin berkembang
Pariwisata sebagai industri: marus mampu menyediakan, mengolah, mengembangkan, memasarkan, serta promosi è sistem manajemen industri è JASA
MODAL BARANG YANG PERLU DIMILIKI OLEH SEBUAH INDUSTRI PARIWISATA
• OBJEK WISATA ALAM
• WISATA BUDAYA/MANUSIA
• BUATAN MANUSIA
Tujuannya adalah bagaimana menggunakan sumber daya tersebut baik secara individual maupun kombinasinya untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan wisatawan yang beragam sesuai harapannya.
• Sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi atraksi wisata alam (damanik dan weber, 2006)
• Keajaiban dan Keindahan alam (topografi)
• Keragaman flora
• Keragaman fauna
• Kehidupan satwa liar
• Vegetasi alam
• Ekosistem yang belum terjamah manusia
• Rekreasi perairan (danau, sungai, air terjun, pantai)
• Lintas alam (trekking, rafting, dan lain-lain)
• Obyek megalitik
• Suhu dan kelembaban udara yang nyaman
• Curah hujan yang normal dan lain sebagainya
• Sumber daya budaya (manusia) dalam pariwisata
Salah satu yang menyebabkan orang melakukan perjalanan wisata-keinginan untuk melihat cara hidup dan budaya orang lain di belahan dunia lain serta keinginan untuk mempelajarinya.
SUMBER DAYA BUDAYA (PITANA, 2009)
- Bangunan bersejarah, situs, monumen, museum dsb
- Seni dan patung kontemporer, arsitektur, tekstil, pusat kerajinan
- Seni pertunjukan, drama, sendratari, lagu daerah, eksibisi foto, festival dan event khusus lainnya
- Peninggalan keagaman (pura, candi, masjid, situs)
- Living culture masyarakat, sistem pendidikan, teknologi tradisonal, sistem kehidupan setempat
- Perjalanan (trekking) ke tempat bersejarah menggunakan tranportasi unik ( dokar, berkuda,)
- Kuliner (melihat persiapan, cara membuat, menyajikan, menyantapnya)- atraksi budaya yang sangat menarik
• unsur triple a atau 3a produk wisata
• Atraksi (obyek wisata/daya tarik wisata)
• Amenitas (penginapan, F n B, sarana prasarana, guiding, souvenir, pelayanan informasi, agen perjalanan)
• Aksesibilitas (keterjangkauan, infrastruktur, jalan, bandara, pelabuhan, rel kerata api dsb)
Middleton and Clarke (2001)
“the product covers the complete experience form the time he leaves home to the time he returns to it. The tourist product is to be considered as an amalgam of three main components of attractions, facilities at the destination and accessibility of the destination”
• TANPA PELESTARIAN = berhentinya INDUSTRI
• Menjaga dari tangan yang tidak bertanggungjawab.
• Perawatan dan pengawasan intensif
source:
Dosen Amad Saeroji, , S.S., M.Sc.
Komentar
Posting Komentar