Mengembangkan: Meningkatkan Kualitas, Kuantitas
Memutahirkan: Dinamis =>> Membarukan
Mengembangkan dan Memutahirkan Pengetahuan Budaya dan Pariwisata (PAR.PE01.005.01)
Pariwisata Menjadi Prioritas
NAWA CITA
JOKO WIDODO-JUSUF KALLA
2014-2019
1.Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara
2.Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih efektif, demokratis, dan terpercaya
3.Membangun indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam erangka negara kesatuan
4.Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya
5.Meningkatkan kualitas hidup manusia indonesia
6.Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasarinternasional
7.Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor sektor strategis ekonomi domestik
8.Melakukan revolusi karakter bangsa
9.Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial indonesia
Sektor Prioritas Pembangunan 2017
1.Pangan
2.Energi
3.Maritim
4.Pariwisata
5.Kawasan industri & KEK
SAATNYA KEMBANGKAN POTENSI PARIWISATA INDONESIA
Sasaran Pembangunan Pariwisata Tahun 20199.2/%
Sasaran Pembangunan Pariwisata Tahun 20199.2/%
Kontribusi terhadap PDB Nasional, Rencana Induk Pembangunan dari sebelumnya 4% kontribusi pada tahun 2014
20.000.000
Wisatawan mancanegara, dari 9.3 juta orang pada tahun 2014
275.000.000
Kunjungan wisatawan nusantara, dari sebelumnya 251 juta kunjungan pada 2014
20 Miliar USD
Devisa negara, dari sebelumnya 10.69 miliar USD pada 2014
Pariwisata Nasional (RIPPARNAS)
-Industri Pariwisata
-Destinasi Pariwisata
-Kelembagaan Pariwisata
-Pemasaran Pariwisata Nasional
Sumber: RPIMN 2014-2019
9 PORTOFOLIO PRODUK PARIWISATA
Portofolio Produk
Alam (Nature) (35 %)
1. WISATA BAHARI (MARINE TOURISM (35%)
2.EKOWISATA (ECO TOURISM (45%)
3.WISATA PETUALANGAN (ADVENTURE TOURISM (20%)
Budaya (Culture) (60 %)
1.WISATA WARISAN BUDAYA DAN SEJARAH(HERITAGE AND PILGRIM TOURISM) (20%)
2.WISATA BELANJA DAN KULINER(CULINARY AND SHOPPING TOURISM) (45%)
3.WISATA KOTA DAN DESA (CITY AND VILLAGE TOURISM) (35)
Buatan Manusla (Man Made) (5%)
1.WISATA MICE (MICE &EVENTS TOURISM) (25%)
2.WISATA OLAHRAGA (SPORT TOURISM) (6O%)
3.0BJEK WISATA TERINEGRASI INTEGRATED AREA TOURISM) (15%)
Sumber: Kementerian Pariwisata Republik Indonesia
SK Dirjenpar No. 16/U/TI/88, Usaha Perjalanan Wisata adalah kegiatan komersial yang mengatur, menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan bagi seseorang, sekelompok orang yang melakukan perjalanan dengan tujuan utama yaitu berwisata.
Dalam perspektif usaha/ bisnis banyak peluang disekitar kita. Dengan modal kecerdasan abad 21, era sekarang berwisata sudah menjadi bagian dari trend dan gaya hidup. Oleh karena itu bisnis travel besar peluang untuk berkembang di Indonesia.
Inovasi dan kreativitas masih sangat dibutuhkan bagi Anda yang ingin menjalankan bisnis perjalanan wisata ini.
Kenapa Bisnis Perjalanan Wisata Perlu Dikelola Di Indonesia?
1.Meningkatnya jumlah wisatawan
2.Wisata sudah menjadi suatu kebutuhan
3.Bisnis yang Selalu Dinamis
4.Bisnis yang dapat dilakukan semua Orang
Pendekatan Usaha Perjalanan Wisata
BERBASIS ALAM
Atraksi
Diversifilasi aktivitas wisata
Manajemen Pengunjung (Visitor management)
Sadar wisata
BUDAYA
Aksesiblias
Sarana (moda transpotasi angutan glan,sungai, danau dan enyeberangan, angkutan laut dan kereta api),
Prasarana (pelabuhan laut, bandara, sasun) dan
Sistem Transporasi (informasi nute dan jadwal, ICT, kemudahan reservasi moda)
BUATAN/KREATIF
Amenitas
Prasarana umum(listrik, Air,Telekomunikasi, pengelolaan limbah)
Fasiltas Umum (keamanan, ieuangan perbanikan, bisnis, kesehatan, sanitasi dan kebersihan, khusus bagi penderta cacat fisik, anak-anak dan lanjut usia, rekreasi, lahan parkir dan ibadah)
Fasiltas Pariwista (akomodasi, rumah makan/restoran,informasi dan pelayan parwisata, keimigrasian, TIC dan e-tourim kios,polisi pariwisata dan satuan tugas wisata, toko cinderamata, penunjuk arah-papan informasi wisata-rambu lalu lintas wisata, bentuk bentang lahan)
Standardisasi dan Sertfikasi Usaha Pariwisata
Pemetaan Stake Holder
stakeholder pariwisata sendiri adalah pihak, lintas pelaku yang terkait dengan suatu issu atau rencana. Bahkan ada yang beragumen bahwa kelompok yang dapat mempengaruhi dan atau dipengaruhi oleh suatu pencapaian tujuan tertentu
stakeholder pada bidang pariwisata juga merupakan sifat hubungan stakeholder dengan issu, sikap, pandangan, dan pengaruhnya
Kategori Stakeholder
- Stake holder utama (primer) :merupakan stakeholder yang memiliki kaitan kepentingan secara langsung dengan suatu kebijakan, program dan proyek. Siapa sajakah? Tentu masyarakat dan tokoh masyarakat serta pihak manajer publik.
- Stakeholder pendukung (sekunder) tidak memiliki kaitan kepentingan secara langsung terhadap suatu Tetapi memiliki kebijakan, program pariwisata. kepedulian (concern). Seperti Lembaga (aparat) pemerintah, LSM, perguruan tinggi, pengusaha (Badan Usaha)
- Stakeholder Kunci: memiliki wewenang secara legal dalam hal pengambilan keputusan yang merupakan unsur eksekutif sesuai levelnya, legislatif dan Instansi. Subjeknya adalah pemerintah kabupaten, DPR kabupaten, Dinas yang bersangkutan.
Source:
Nanang Wijayanto, M.MPar
Praktisi dan Akademisi
Komentar
Posting Komentar